PALU, LPMQALAMUN.com — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan VI Gelombang II UIN Datokarama Palu menegaskan bahwa program kerja mahasiswa tidak harus terpaku pada kluster yang telah ditentukan, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Wakil Ketua Panitia KKN Tematik, Drs. H. Ismail Pangeran, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pembagian kluster ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lokasi KKN.
“Pembagian kluster telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lokasi pengabdian,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun, Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan, mahasiswa diperbolehkan menjalankan program di luar kluster utama apabila dibutuhkan masyarakat. Penyusunan program kerja juga perlu diawali dengan koordinasi kelompok agar pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota. Jika program utama tidak terlaksana, mahasiswa dapat mencari alternatif kegiatan.
Terkait kluster pertanahan, Ismail menjelaskan bahwa mahasiswa hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengakses instansi terkait, bukan menangani langsung seluruh proses administrasi pertanahan.
Adapun penilaian mahasiswa dilakukan oleh dosen berdasarkan pemaparan hasil kegiatan KKN.
“Dosen akan memberikan penilaian berdasarkan pemaparan tersebut, yang selanjutnya dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Akademik atau Siakad,” ujarnya.
Melalui ketentuan tersebut, mahasiswa diharapkan tetap berpedoman pada kluster yang ditetapkan sekaligus menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masyarakat.
Wartawan Magang: Eluna, Senara, Monaveyra, Ulya’, Angin







