Home KAMPUS Atasi Keterbatasan Rak, UPT Perpustakaan Terapkan Sistem Sortir Skripsi

Atasi Keterbatasan Rak, UPT Perpustakaan Terapkan Sistem Sortir Skripsi

7
0

PALU, LPMQALAMUN.com — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Datokarama Palu menerapkan sistem sortir guna mengatasi keterbatasan rak penyimpanan skripsi.

Keterbatasan tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah karya ilmiah menumpuk dan tidak teratur di pelataran gedung perpustakaan.

Pegawai UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu, Rasyid Ridha M, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas keterbatasan rak.

“Cara mengatasinya itu kan sistem sortir. Jadi, setiap skripsi yang lima tahun ke bawah itu yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Jadi, 2026 sampai lima tahun ke bawah itu yang terpampang. Nah, sementara yang ke bawah itu kita masukkan ke gudang,” jelasnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Selasa (20/10/2026).

Terkait penambahan fasilitas rak baru, Rasyid mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan pengadaan kepada pihak rektorat.

“Nanti pengadaan akan melihat apa semua kebutuhan yang dibutuhkan. Karena perpustakaan kita di UIN Datokarama Palu ini bukan cuma di Kampus I, tetapi juga di Kampus II,” ungkapnya.

Sambil menunggu pengadaan rak baru, pihak perpustakaan melakukan opname atau pemeriksaan dan penataan ulang koleksi sebanyak tiga kali dalam setahun.

“Kalau karya ilmiah itu setiap triwulan, dalam setahun itu tiga kali. Jadi, istilahnya ada namanya opname,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penataan kembali skripsi berdasarkan fakultas agar penyimpanan tetap tertib.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa skripsi ditata berdasarkan warna sampul masing-masing fakultas dan program pascasarjana.

“Kenapa yang baru? Karena kalau yang usang kita tempatkan di situ, dampaknya kesehatan juga terhadap pemustaka. Kita saja cara pengaturannya itu memakai masker,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, Ia menegaskan bahwa seluruh skripsi merupakan dokumen negara yang dilindungi undang-undang.

“Tidak ada istilahnya skripsi itu yang terlewatkan atau dibumi-hanguskan. Tidak ada, karena itu dokumen negara. Bahkan yang tahun 80-an, dari tahun 90-an itu masih ada terpampang secara jelas di sini,” tutupnya.

Wartawan Magang: Warani, Amora, Balas, Monaveyra, Luz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here