Home PUISI Menimbang Adil di Riuh Jemari

Menimbang Adil di Riuh Jemari

6
0

Nama: Ajmila Zatil Ismah
Jurusan: Hukum Tata Negara
Pengurus Redaksional LPM Qalamun

Layar-layar kaca terus menyala,
memuntahkan kata tanpa jeda,
tentang sang pemimpin di pucuk takhta:
ada yang memuja setinggi semesta,
ada yang mencela seolah tak ada benarnya.

Namun, relung hati mendadak bertanya,
di tengah riuh badai kata-kata:
apakah kita benar-benar membaca?
ataukah sekadar ikut bersuara,
menjadi perayaan dari bisikan yang tak tahu asalnya?

Demokrasi bukanlah ruang bungkam,
kritik adalah lentera yang tajam,
menjaga hukum dari malam yang kelam,
mempertanyakan arah, menagih janji yang tertanam,
karena tidak ada pemimpin yang terlepas dari salah dan cela.

Lihatlah sejenak ke tanah yang nyata,
di balik riuh jemari mengetik berita,
puluhan triliun uang negara kembali tertata,
aset yang hilang kembali diambil dari tangan orang-orang yang tidak jujur,
hukum bergerak membuktikan cerita.

Jangan biarkan jemari bergerak buta,
merasa paling tahu atas segala perkara,
namun enggan memeriksa benarnya fakta.
Mari menimbang dengan jernihnya mata,
karena nasib bangsa ini bukan hanya soal suka atau tidak suka saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here