PALU, LPMQALAMUN.com — Aliansi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Datokarama Palu bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) menggelar aksi simbolik peringatan Hari Sumpah Pemuda di depan Kampus I UIN Datokarama Palu, Jalan Diponegoro, Rabu (28/10/2026).
Massa aksi mengusung tema “28 Oktober Pemuda Menggugat” dengan tujuh tuntutan. Tuntutan tersebut meliputi pelemahan rupiah, kelangkaan bahan bakar, evaluasi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), status bencana nasional Karhutla, penghentian represi terhadap masyarakat sipil, jaminan kebebasan pers, pemerataan pendidikan, dan seruan kemanusiaan untuk Palestina.
Ketua Dema FDKI, Mohamad Rifal Ayuba, mengatakan aksi ini menjadi bentuk kesadaran mahasiswa menyuarakan persoalan masyarakat sekaligus momentum Sumpah Pemuda.
“Hari ini pemuda bukan lagi hanya bersumpah, tapi hari ini pemuda menggugat,” ujarnya.
Ia menyebut aksi ini juga bentuk kekecewaan karena aspirasi mahasiswa di Sulawesi Tengah belum diakomodasi. Menurutnya, sejumlah aksi di depan DPRD belum berlanjut ke Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Terkait pendidikan, Rifal menilai program Berani Cerdas belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pendidikan, terutama akses di wilayah pelosok dan ketersediaan infrastruktur.
Ia berharap pemerintah provinsi meninjau kembali kondisi pendidikan di daerah agar pemerataan dapat terwujud.
Wartawan Magang: Narasa, Aina, Ravine, Svara






