PALU, LPMQALAMUN.com – Mahasiswa calon penerima Beasiswa Berani Cerdas yang telah terlanjur membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dipastikan akan mendapatkan pengembalian dana setelah beasiswa tersebut dicairkan.
Kepastian itu disampaikan Nirwana, selaku Bendahara Penerima UIN Datokarama Palu, sebagai respons terhadap keresahan mahasiswa calon penerima Beasiswa Berani Cerdas yang telah melakukan pembayaran UKT.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang telah membayar UKT akan mendapatkan pengembalian dana sesuai dengan surat resmi kampus. Pengembalian tersebut akan dilakukan setelah dana Beasiswa Berani Cerdas dicairkan.
Ia mengatakan, mekanisme pengembalian dana akan dilakukan dengan sistem yang sama seperti pada semester sebelumnya.
“Sama seperti sistem semester yang kemarin. Jika dana beasiswanya sudah cair, nanti mahasiswa akan mengisi link. Setelah selesai mengisi, baru kita proses dan kita kembalikan uangnya,”ujarnya saat diwawancarai kru LPM Qalamun, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, bagi mahasiswa yang akan mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau Kuliah Kerja Praktik (KKP), tetapi belum membayar UKT, Ia mengimbau agar menunggu surat edaran dari pimpinan universitas terkait ketentuan pembayaran UKT.
Ia menambahkan, ketentuan bagi mahasiswa yang masih berstatus calon penerima Beasiswa Berani Cerdas saat ini masih dalam proses.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak Beasiswa Berani Cerdas dalam pertemuan dengan Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, mahasiswa yang telah mengunggah berkas hingga 14 Agustus 2026 diminta untuk tidak terlebih dahulu melakukan pembayaran UKT.
“Kemarin dari pihak Berani Cerdas menyampaikan ketika pertemuan dengan Warek II dan Warek III bahwa yang sudah upload berkas sampai tanggal 14 Agustus tidak usah dulu membayar,” jelasnya.
Namun, Ia menegaskan bahwa mahasiswa tersebut masih berstatus calon penerima. Sementara mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima sudah terdaftar dalam data pihak Beasiswa Berani Cerdas.
“Ini masih calon penerima, karena yang penerima sudah terdaftar namanya di pihak Berani Cerdas. Jika namanya ada dari pihak Berani Cerdas, baru kami bantu agar mahasiswa bisa centang KRS,” tutupnya.
Wartawan: Zeline, Huwairah







