Oleh: Hultami Hujanna
Wartawan LPM Qalamun
Kita berada di tepi yang sama,
tapi langkah kita mengarah pada jurang yang berbeda.
Tak ada tindakan, tak ada kata yang terucap.
Apakah ini yang kita inginkan, atau sekadar takdir yang memisahkan?
Ego kita menuntut kemenangan,
membuat kita saling diam dalam pertempuran yang tak terlihat.
Aku merasa benar dengan keyakinanku,
kau pun demikian dengan pendirianmu.
Jika rindu ada tapi tak terucap,
jika sayang tumbuh tapi tak tersentuh,
haruskah kita menyerah pada jarak yang merentang,
atau kembali merajut hangat yang rapuh?
Namun, di balik semua itu,
cinta yang dulu pernah kita miliki, masih ada, tersembunyi.
Berkeringat dalam hati yang terluka,
berjuang, entah sampai kapan, untuk tetap ada meski ego membentengi.







