Oleh : Nurfadila
Wartawan Magang
Di balik diamnya Ayah, tersimpan doa yang tak pernah terucap, bagi angin malam yang tak terlihat, namun selalu hadir menenangkan hati.
Langkahnya berat, suaranya jarang, namun setiap keringat yang jatuh adalah bukti kasih tampah kata, pengorbanan yang tak pernah ia hitung.
Ayah, engkau bukan sekedar sosok yang berdiri tegak, engkau adalah dinding yang menahan runtuh, cahaya yang memeluk tanpa pelukan.
Aku belajar dari diamnya Ayah, bahwa cinta tak selalu bising, kadang ia hadir sebagai keheningan yang menjaga, selamanya.







