Home PUISI Kejutan Kepergian

Kejutan Kepergian

57
0

Oleh : Firdania Ranti
Wartawan Magang

Kau pilar rumah, pekerja keras tanpa keluh,
Tegas hatimu, namun tak pernah kau mengeluh.
Kau mengalah, mendidik kami tanpa jemu,
Hingga sakit datang, tanpa aba-aba kau terjatuh.

Di ICU dingin, harapan kami menipis,
Tangan dan kaki terikat, bagai tahanan pilu.
Kami berjaga, berharap bukan perpisahan tragis,
Mengira hanya singgah, bukan perjalanan baru.

Lalu kulihat tetesan mata terakhir mengalir,
Sebuah pesan sunyi sebelum napasmu pergi.
Kau lepas ikatan dunia, tak lagi bergelir
Meninggalkan raga di ranjang yang kini sepi.

Saat dokter berbisik, menyatakan kau tiada,
Dada kami sesak, waktu seolah terhenti.
Dunia runtuh, kau pergi tanpa pamit di dada,
Punggungmu menjauh, dalam keheningan abadi.

Kini rumah ini asing, tanpa kehadiranmu,
Aroma masakan dan langkahmu hilang tak berbekas.
Kami maju, membawa didikan yang kau tuju,
Tersisa rindu, dan kenangan yang takkan terlepas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here