PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Smart Financial Journey Batch 56 secara daring sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan generasi muda di Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Senin (09/03/2026).
Bootcamp ini menjadi bentuk kontribusi dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang cukup pesat.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulteng didorong oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, serta aktivitas ekspor.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, ekonomi daerah tersebut tumbuh sebesar 11,91% pada tahun 2023 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” jelasnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam literasi keuangan dan perencanaan masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kesadaran finansial yang lebih baik serta mampu merencanakan keuangan untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
“Kegiatan ini menargetkan generasi muda sebagai peserta utama, khususnya mahasiswa dan mereka yang sedang berada pada fase awal perencanaan karier dan kehidupan finansial,” ujarnya.
Mardiyah mengatakan peserta mendapatkan materi literasi keuangan, perencanaan finansial, dan pengelolaan risiko melalui diskusi interaktif dan pembelajaran praktis.
Terakhir, ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengalami perubahan cara berpikir dalam memandang masa depan.
“Dalam jangka panjang, kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda Sulawesi Tengah yang lebih berdaya, mandiri secara ekonomi, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional,” tutupnya.
Wartawan: Meladi







