Nama: Nur Syam Solehah
Jurusan: Perbankan Syari’ah
Pengurus Redaksional LPM Qalamun
Keheningan membekukan sang biru di ujung malam yang kelam,
sebuah kanvas hampa yang lelah menunggu coretan alam.
Namun, dari kejauhan, seberkas cahaya amber tiba-tiba datang mendekat,
menyentuh tepian biru, menawarkan kehangatan dari sepinya cahaya.
Pikirannya mulai berandai-andai, menerka rona yang tercipta,
jika biru yang dingin dan amber yang hangat mencoba melebur dalam satu goresan kuas.
Ia membayangkan wujud apa yang akan tampak di pelupuk mata,
apakah seperti hamparan laut yang warnanya sulit dieja, antara fana dan semesta.
Dan terjadilah keajaiban, melahirkan warna yang begitu indah:
warna toska yang melankolis, sebuah fase hijau yang penuh harmoni di permukaan danau.
Di sanalah kenyamanan sempat menetap, di tengah leburan dua warna yang rapuh,
menghapus beku, menyembuhkan lelah, tanpa memandang waktu.
Setelah bereksperimen, mereka akhirnya sadar: warnanya telah melebur terlalu lama.
Biru yang murni perlahan pudar, kehilangan jati diri yang sudah-sudah.
Karena pernah menjadi toska, kini mata itu menatap dengan ragu,
bingung memastikan apakah ia masih biru yang tenang atau hijau yang terlanjur menyimpan seberkas cahaya amber.







