PALU, LPMQALAMUN.com – Senat Mahasiswa (Sema) UIN Datokarama Palu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Evaluasi sebagai ruang bagi mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada pihak birokrasi kampus. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Student Center Kampus I, Sabtu (1/8/2026).
Mengusung tema “Mimbar Dialektika Mengupas Isu Menyelaraskan Persepsi”, forum ini menjadi wadah dialog terbuka yang dihadiri para ketua lembaga kemahasiswaan. Diskusi dipandu moderator dengan tujuan membahas berbagai persoalan sekaligus menyamakan persepsi antara mahasiswa dan pihak kampus.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu krusial mengemuka. Mahasiswa menyoroti penyaluran beasiswa yang dinilai belum tepat sasaran, termasuk ketidakjelasan penerima Beasiswa Berani Cerdas yang berdampak pada pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Selain itu, keluhan terkait keterbatasan air bersih dan kerusakan fasilitas di Kampus II juga menjadi perhatian. Mahasiswa turut mengangkat persoalan pelayanan akademik serta proses perkuliahan yang dinilai masih perlu pembenahan.
Ketua panitia kegiatan, Rifki, menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar agenda evaluasi organisasi, melainkan ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
“Kegiatan ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi wadah aspirasi sekaligus jembatan suara mahasiswa kepada birokrasi kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya turut menghadirkan Wakil Rektor III, Faisal, guna memberikan transparansi dan klarifikasi atas berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa, khususnya terkait beasiswa dan fasilitas kampus.
“Melalui forum ini, kami ingin menghadirkan solusi dengan membuka ruang klarifikasi langsung dari pihak kampus,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Rifki menegaskan bahwa Sema akan terus mengawal seluruh aspirasi yang telah disampaikan dan mendorong birokrasi kampus untuk memberikan kejelasan serta tindak lanjut konkret atas berbagai persoalan tersebut.
Wartawan: Papirus







