Home KAMPUS Perjuangan di Balik Medali POROS INTIM IV, Mahasiswa UIN Datokarama Ungkap Kisahnya

Perjuangan di Balik Medali POROS INTIM IV, Mahasiswa UIN Datokarama Ungkap Kisahnya

13
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Prestasi yang diraih mahasiswa UIN Datokarama Palu pada ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari orang-orang terdekat mampu mengantarkan mereka meraih gelar juara.

Salah satu juara cabang Debat Konstitusi, Muh. Fadel Akbar, mengungkapkan bahwa persiapan menuju POROS INTIM IV menjadi tantangan tersendiri karena harus menghadapi persaingan ketat dengan berbagai kampus.

“Berbicara mengenai perjuangan tentu tidak bisa diukur hanya dengan ucapan. Ada banyak proses yang harus dilalui, mulai dari meyakinkan diri sendiri hingga menguatkan mental di tengah tekanan untuk bersaing dengan kampus-kampus besar pada ajang berskala nasional ini,” ungkapnya saat diwawancarai kru LPM Qalamun, Sabtu (01/08/2026).

Ia menambahkan, dukungan dari orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu faktor yang membuatnya tetap optimistis hingga berhasil mengharumkan nama UIN Datokarama Palu.

Menurutnya, selain keberhasilan meraih penghargaan, momen paling berkesan selama POROS INTIM IV adalah ketika dapat bertemu dan menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur.

Fadel berharap pihak kampus dapat memberikan pembinaan dan dukungan yang lebih terencana sejak jauh hari agar mahasiswa memiliki persiapan yang matang dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Sementara itu, juara cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Moh. Fauzi Adam, mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih prestasi tidak terlepas dari perjuangan panjang di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

“Di sisi lain, saya juga harus terus mempersiapkan diri untuk latihan. Hal itu benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan waktu yang harus saya maksimalkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mengaku kegagalan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah justru menjadi motivasi terbesar untuk bangkit dan membuktikan kemampuannya di POROS INTIM IV.

“Saya terus termotivasi, dan tentu doa serta restu orang tua selalu mengiringi setiap langkah saya hingga bisa mencapai titik ini,” tambahnya.

Menurut Fauzi, momen paling berkesan selama mengikuti POROS INTIM IV adalah saat menerima medali juara. Baginya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa setiap perjuangan dan kegagalan akan membuahkan hasil jika dihadapi dengan ketekunan.

Di akhir wawancara, ia berharap kampus dapat terus mendukung dan membina bibit-bibit unggul agar mampu berkembang serta meraih prestasi di berbagai ajang.

Wartawan: Famanur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here