Home PUISI Jiwa yang Merintih

Jiwa yang Merintih

212
0

Oleh: Moh Yusuf
Wartawan LPM Qalamun

Jiwa merintih dalam gelap yang sunyi,
Menangis tanpa suara, hanya kesepian yang paham.
Setiap detik terasa begitu berat,
Seperti beban yang tak kunjung usai, terus mengikat erat.

Ada luka yang tak terlihat,
Terselubung di balik senyum yang rapuh.
Hati ini terjatuh, tak mampu bangkit,
Terjebak dalam rasa yang tak pernah padam.

Tangan-tangan yang terus mencari,
Namun tak pernah menemukan pelabuhan.
Rintihan itu terdengar hampa,
Menggema dalam kesendirian yang semakin dalam.

Jiwa ini merintih, menunggu fajar yang tak pasti,
Berharap langit cerah datang menghampiri.
Namun dalam kehampaan, aku belajar,
Bahwa terkadang rintihan adalah bagian dari perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here