Oleh: Syamsiah
Wartawan LPM Qalamun
Aku mengagumimu,
seperti senja mengagumi langitnya,
tak pernah mengeluh,
meski tahu ia hanya penumpang singgah,
sebentar saja.
Ada sesuatu di antara kita yang tak perlu dijelaskan,
seperti bulan yang menggenggam malam,
dan aku-
menggenggam doa-doa untukmu dalam senyap,
diam-diam menyebut namamu
pada angin yang tak pernah jera berbisik.
Mengagumi seperti ini,
adalah ibadah tanpa kata,
tak ingin dimengerti,
tak pernah ingin dijelaskan.
Hanya ingin berada di orbitmu,
melingkar dan setia,
meski tak pernah benar-benar kau sadari.







