Oleh: Aflian Syifani
Wartawan LPM Qalamun
Kau mungkin telah pergi,
meninggalkan dunia ini
seperti lagu yang pelan-pelan menghilang
dalam hembusan angin sore.
Namun aku tahu,
cinta tak pernah tahu kata “selesai”.
Kau hidup di antara daun-daun yang menari,
di dalam matahari yang hangat,
dalam lagu-lagu yang mengalun pelan,
mengisi ruang kosong yang kini kupeluk.
Aku tidak akan menangis untuk perpisahan,
aku akan tersenyum untuk semua musim
yang pernah kita jalani bersama.
Setiap hari yang kulalui,
adalah satu langkah lebih dekat
menujumu kembali,
di tempat di mana tidak ada lagi jarak,
tidak ada lagi waktu yang memisahkan.
Sampai hari itu tiba,
aku akan mencintaimu
dalam setiap napas,
dalam setiap nada,
dalam setiap musim yang terus berganti.
Karena kau —
kau tak pernah benar-benar pergi.
Kau hanya lebih dulu pulang.







