SIGI, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Datokarama Palu mengadakan Workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Aula FTIK Kampus II, Minggu (22/06/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Menulis Ilmiah Menuju Generasi Akademis Berkualitas” dan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan PAI, Jumri Hi. Tahang Basire, S.Ag., M.Ag.
Dalam sambutannya, Jumri menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh mahasiswa, khususnya yang sudah memasuki semester enam, untuk mempermudah proses penulisan KTI.
“Untuk mahasiswa semester enam dan delapan, wajib mengikuti workshop ini agar lebih mudah dalam pengajuan judul dan penulisan KTI ke depan,” tuturnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Wiwin Mistiani, S.Pd.I., M.Pd.I., yang juga merupakan dosen di UIN Datokarama Palu. Dalam pemaparannya, Wiwin menjelaskan bahwa kemampuan menulis KTI yang baik sangat penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi tugas akhir seperti skripsi.
“Jika kita memahami penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar, tentu akan memudahkan kita saat melakukan penelitian di semester akhir,” jelasnya.
Ia juga menekankan perbedaan mendasar antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif, menurutnya, memiliki hipotesis yang bertujuan membuktikan kebenaran dari sebuah teori.
“Pada penelitian kuantitatif terdapat hipotesis sebagai alat untuk membuktikan teori, sementara penelitian kualitatif cenderung lebih deskriptif,” tambahnya.
Ketua panitia, Moh. Alfarisyi Abrasyid, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman teknik dan struktur penulisan ilmiah yang benar.
“Kegiatan ini diselenggarakan agar mahasiswa memahami teknik dan struktur penulisan karya ilmiah, sekaligus meningkatkan kompetensi menulis mereka sebagai bekal menyusun skripsi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan tema merupakan bentuk respons terhadap tantangan zaman, di mana mahasiswa dituntut mampu menyampaikan ide dan gagasannya secara tertulis.
Meski terdapat beberapa kendala kecil selama persiapan, seluruh panitia mampu mengatasinya dengan baik karena telah mempersiapkan kegiatan sejak seminggu sebelumnya. Di akhir wawancara, Alfarisyi menyampaikan harapannya:
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya mahir menulis cerpen, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik ke depannya,” tutupnya.
Wartawan: Aretha, Waves







