Home Hard News Mahasiswa Desak Gubernur Sulteng: 9 Tuntutan 1 Tanda Tangan

Mahasiswa Desak Gubernur Sulteng: 9 Tuntutan 1 Tanda Tangan

145
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sulawesi Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, pada Selasa (23/07/2025).

Aksi ini dilakukan untuk mendesak evaluasi terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan program-program unggulan. Koordinator Lapangan (Korlap), Nur Alamsyah, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk respon terhadap isu-isu yang berkembang di daerah, yang disuarakan melalui pimpinan kampus di bawah payung aliansi.

“Alasan utama kami turun karena ingin mengevaluasi gubernur. Ini gerakan aliansi BEM Nusantara Sulawesi Tengah untuk menyuarakan dan mengkaji program yang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Adapun sembilan poin tuntutan yang dibawa massa aksi, yaitu:

1. Evaluasi Program Berani Cerdas.
2. Pemerataan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan di Sulawesi Tengah.
3. Evaluasi pertambangan ilegal (illegal mining) di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
4. Evaluasi pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Poso.
5. Evaluasi program penindakan pengeboman bawah laut di Kabupaten Buol dan Parigi Moutong.
6. Transparansi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029.
7. Realisasi janji peningkatan literasi.
8. Evaluasi Program Kerja Berani Sehat.
9. Peningkatan kesejahteraan Tenaga Teknis Kesehatan (TTK).

Dari sembilan tuntutan tersebut, Program Berani Cerdas menjadi sorotan utama. Program ini dinilai belum berjalan maksimal dan belum dapat diakses secara merata oleh mahasiswa.

“Yang harus segera ditindaklanjuti adalah Program Berani Cerdas. Tidak semua mahasiswa bisa mengaksesnya. Kami mendesak agar ini segera diselesaikan,” tegas Alamsyah.

Terkait upaya dialog, Alamsyah menyebut bahwa pendekatan langsung belum dilakukan oleh mahasiswa. Namun, pimpinan kampus yang tergabung dalam aliansi sempat mencoba menjalin komunikasi, meski dinilai tidak membuahkan hasil.

“Pendekatan dialogis pernah dilakukan oleh pimpinan kampus, tapi justru diplintir oleh media. Karena itu kami memilih turun ke jalan,” tambahnya.

Mahasiswa juga menyampaikan harapan agar gubernur memberikan perhatian lebih kepada wilayah yang selama ini dinilai belum tersentuh program pembangunan pemerintah.

“Harapan konkret kami, gubernur memperhatikan daerah-daerah yang terabaikan. Target kami, berita acara yang kami bawa hari ini menjadi bahan kajian atas isu-isu yang kami angkat,” jelasnya.

Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menandatangani berita acara sebagai bentuk kesepakatan bahwa sembilan tuntutan tersebut akan dibahas dan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh pemerintah provinsi.

“Penandatanganan berita acara ini kami anggap sebagai bentuk awal komitmen pemerintah terhadap tuntutan kami,” tutur Alamsyah.

Apabila tuntutan tersebut tidak direspons, Alamsyah menegaskan akan melanjutkan perjuangan melalui konsolidasi yang lebih luas.

“Jika tuntutan kami tidak digubris, kami akan masifkan konsolidasi sekampus se-Sulawesi Tengah dan kembali turun ke jalan. Kami akan menuntut gubernur untuk turun dari jabatannya,” tutupnya.

Wartawan: Cinta, Langit, Lentera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here