Home PUISI Diary Mimpi

Diary Mimpi

104
0

Oleh: Srivahyualda Ladjamu
Wartawan LPM Qalamun

Dalam dekap cahaya lampu yang redup,
pena tak lelah menari,
menorehkan jejak di halaman sunyi,
mengabadikan mimpi yang pernah terlintas.

Kata demi kata berpaut dalam harmoni,
mengukir harapan di balik lembaran sepi,
menjadi janji yang tak tahu
kapan akan menjelma nyata.

Pena pun berlalu,
meninggalkan tinta yang berkelana
di antara mimpi tanpa arah dan suara.
Setiap halaman menyimpan harapan
tentang hari ini, esok, dan masa yang datang.

Diary menjadi saksi bisu,
tentang mimpi yang diukir pena,
tentang harapan yang tumbuh diam-diam
di balik coretan sederhana.

Mungkin semua mimpi
hanya akan tinggal di atas kertas,
dengan tinta hitam yang perlahan memudar.
Namun semoga,
setiap kata menjelma nyata
di ruang hidup yang kita impikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here