Oleh: Moh Lutfi
Wartawan LPM Qalamun
Betapa besar nikmat yang Kau berikan,
Datang tanpa diminta, namun justru paling dibutuhkan.
Setiap helaan napas yang terhembus, seringkali terlalaikan,
Padahal begitu agung karunia-Mu,
hingga dosa pun masih Kau balas dengan tobat dan kesempatan.
Ampunilah aku, ya Tuhan,
Nikmat-Mu masih kerap kulupakan.
Kusambut kesenangan di atas limpahan-Mu,
namun sering alpa pada perintah-Mu.
Setiap hembusan angin, setiap detik waktu,
adalah sapaan lembut kasih-Mu,
namun lagi-lagi diri ini kufur terhadapnya.
Tak ada mata yang mampu menatap-Mu,
Tak ada telinga yang sanggup mendengar-Mu,
Namun setiap nikmat yang Kau titipkan
adalah saksi nyata akan keberadaan-Mu.
Setiap detik adalah harta,
Setiap napas adalah karunia,
Dan setiap langkah adalah kesempatan,
Untuk menyadari betapa luas cinta-Mu.







