Oleh: Desi Febriyanti
Wartawan LPM Qalamun
Indonesia,
Negara yang katanya demokrasi,
Namun maknanya perlahan mati.
Berkali-kali dimonopoli
Oleh mereka yang haus kuasa—
berlari, tergesa, tanpa rasa.
Mereka menulis, mereka membaca,
Namun saat berbicara,
seakan tak lagi punya kepala.
Banyak yang bertanya,
banyak yang menjadi saksi.
Namun entah mengapa,
yang bersalah justru dimengerti.
Mereka berkuasa,
mereka memerintah.
Rakyat membisu,
terkubur di bawah tanah sejarah.
Di mana letak demokrasi?
Indonesia…
Terlalu banyak tikus berdasi.
Benar adanya—
demokrasi telah pergi.
Yang tersisa hanya janji,
dan mimpi yang basi.







