Oleh: Rahmatia
Wartawan LPM Qalamun
Di malam yang sunyi, aku termenung,
pikiran berputar tanpa ujung.
Pertanyaan yang tak kunjung terjawab,
membuat mataku enggan terpejam.
Dalam gelap, aku mencari makna,
namun hanya keheningan yang menjawabnya.
Aku merenung tentang arah hidup,
tentang tujuan yang masih samar di kabut.
Di malam yang sunyi, aku sendiri,
namun dalam kesendirian, aku mengerti —
bahwa keheningan bisa menjadi teman,
yang menuntun aku mengenal diri perlahan.
Di malam yang sunyi, aku belajar,
untuk menerima, untuk memahami.
Bahwa hidup tak selalu terang,
namun dalam diam, ada kedamaian yang tenang.







