Oleh: Salwa Audita Sagina
Wartawan LPM Qalamun
Waktu… waktu… dan waktu
Kita mengejar kenangan yang sesaat,
Menyusun detik demi detik seperti bunga,
Merangkai mimpi di taman yang sementara.
Kita abadi dalam pengejaran,
Menyimpan semua kenangan di hati,
Namun yang fana adalah waktu kita,
Bukan kita sendiri yang abadi.
Sering kita lupa pada tujuan hakiki,
Terbuai oleh gemerlap dunia,
Merasa abadi, menentang takdir,
Padahal waktu terus berlari.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
Tanya mu, yang sialnya menggugah kesadaran.
Kita abadi dalam pertanggungjawaban,
Bukan dalam kesenangan yang mudah sirna.







