PALU, LPMQALAMUN.com — Wakil Rektor (Warek) III UIN Datokarama Palu, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I., membantah isu adanya titipan nama dosen dalam seleksi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia menegaskan proses seleksi berjalan transparan tanpa intervensi pihak mana pun.
“Siapa bilang ada titipan? Sekarang ini tidak ada lagi namanya titip-titip. Kalau dulu mungkin masih ada, tapi sekarang semua mahasiswa berhadapan langsung dengan panitia,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Faisal menjelaskan, mekanisme seleksi KIP di UIN Datokarama sama seperti di perguruan tinggi negeri lainnya. Mahasiswa menyerahkan berkas sesuai syarat, diverifikasi, lalu mengikuti wawancara dan survei acak untuk memastikan keaslian data.
“Setelah itu dilakukan rapat bersama seluruh pewawancara dan panitia penguji. Hasilnya dirangking, dan dari situ ditetapkan 200 mahasiswa yang lulus. Sementara yang belum lulus tetap kami ajukan agar bisa mengikuti beasiswa lain seperti Berani Cerdas atau UPZ,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi dosen atau pihak lain untuk menitipkan nama calon penerima beasiswa.
“Proses ini akan diperiksa oleh BPK, jadi sudah pasti harus tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, Faisal menyampaikan bahwa penerima KIP merupakan mahasiswa dari keluarga tidak mampu, dibuktikan dengan kepemilikan kartu KIP, PKH, atau KKS. Prestasi akademik dan non-akademik juga menjadi faktor penilaian penting.
Ia berharap penerima beasiswa dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
“Gunakan beasiswa itu untuk belajar dan meningkatkan prestasi. Harapan kami, ke depan kuotanya bisa bertambah, tidak hanya dua ratus, tapi tiga ratus bahkan lima ratus penerima,” tutupnya.
Wartawan Magang: Dabria, Readers, Odessya, Zeline, Gesa






