PALU, LPMQALAMUN.com – Wakil Rektor (Warek) III UIN Datokarama Palu, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I., menjelaskan pemisahan peserta pelaksanaan kegiatan Intensifikasi Pembelajaran Ta’lim Al-Qur’an bagi mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2025 – 2026 Ma’had Al-Jami’ah antara kelompok pondok, MA, dan SMA.
Faisal mengatakan pemisahan peserta dilakukan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan mahasiswa.
“Pemisahan ini termasuk teknis pembelajaran, peserta yang sudah mahir tentunya perlu dipisahkan dari yang masih membutuhkan pembinaan,” ungkapnya saat diwawancarai Kru LPM Qalamun pada Selasa (18/10/2025).
Kegiatan Intensifikasi Pembelajaran Ta’lim Al-Qur’an adalah program pembinaan keagamaan yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Ia juga menuturkan pembelajaran yang efektivitas harus diberikan sesuai kebutuhan peserta agar prosesnya efektif.
“Kita jangan menggarami air di laut, karena sudah air garam itu, terus kita mau garami lagi,” tuturnya
“Kita mubazir itu kalau mau mengajar orang yang sudah tahu, kalau seseorang sudah bisa membaca Al-Qur’an, untuk apa kita ajari dari awal lagi?,” tambahnya.
Faisal mengharapkan kedepannya, kegiatan ini dapat berjalan lebih terarah melalui penataan pengelompokan mahasiswa sejak awal.
“Pelaksanaan ini diharapkan semakin terarah dengan adanya proses seleksi dan pemetaan kemampuan mahasiswa sejak awal agar pengelompokan peserta dapat dilakukan secara lebih tepat, sehingga hasil pembelajarannya menjadi lebih maksimal,” harapnya
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi formalitas.
“Kegiatan ini jangan jadi formalitas saja, tapi peserta harus mampu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi serta peningkatan dalam Baca Tulis Qur’an (BTQ),” tutupnya.
Wartawan Magang : Papirus, Sitsyra







