Home OKM Seminar Nasional Hukum Keluarga UIN Datokarama Soroti Isu Pentingnya Adaptasi Hukum dan...

Seminar Nasional Hukum Keluarga UIN Datokarama Soroti Isu Pentingnya Adaptasi Hukum dan Perundungan

29
0

PALU, LPMQALAMUN.com – HMPS Hukum Keluarga UIN Datokarama Palu menggelar kegiatan ditengah maraknya isu perundungan dan sorotan terhadap penegakan hukum yang belum merata. Seminar Nasional Hukum keluarga membahas tentang bagaimana hukum dapat beradaptasi dengan sistem pendidikan. Seminar Nasional ini diselenggarakan di Auditorium Kampus 1 UIN Datokarama Palu, pada Selasa, (18/11/2025).

Seminar ini menyoroti kontribusi Dr. Margarito Kamis, SH., M.Hum. dalam bidang hukum pertahanan dan bertujuan agar memahasiswa hukum dapat menjadi agen perubahan yang siap menghadapi tantangan indonesia emas 2045.

Randy Atma R. Massi, S.H., M. H. selaku moderator menyoroti seminar dengan tema hubungan antara hukum dan pendidikan ini menyoroti pentingnya adaptasi hukum dalam sistem pendidikan. Salah satu isu krusial yang di bahas adalah perundungan (bullying) yang semakin marak terjadi di berbagai kota.

“Penting bagi mahasiswa hukum untuk memahami bagaimana bagaimana hukum dapat menjadi instrumen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Seminar ini awalnya ingin menghadirkan langsung Dr. Margarito Kamis, SH., M.Hum., seorang pakar hukum tata negara, sebagai narasumber pertama. Meskipun berhalangan hadir karena mendapat panggilan dari presiden, ia tetap menyampaikan pidatonya secara online, dan mengundang Hendrijete N. Nuda, M.M., psikolog ketua HIMPSI Sulteng sebagai narasumber kedua untuk membahas isu perundungan dari sudut pandang psikologis.

Dalam seminar ini juga menyoroti masalah penegakan hukum di indonesia yang sering kali dianggap tajam ke bawah, tumpul ke atas, kondisi ini menyebabkan dampak hukum yang dirasakan oleh masyarakat kelas bawah.

Dalam pidatonya, Hendrijete N. Nuda, M.M., psikolog ketua HIMPSI Sulteng menegaskan sebagai mahasiswa calon penegak hukum pemahaman tentang hukum dan isu-isu sosial seperti perundungan sangat penting bagi mahasiswa hukum.

“Mahasiswa hukum memiliki peran strategis dalam mewujudkan indonesia yang adil dan bebas korupsi, kita harus menjadi agen perubahan yang berani melawan segala bentuk ketidakadilan,” tegasnya.

Melalui seminar ini, diharapkan hukum dapat lebih termotivasi untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Pemahaman yang mendalam tentang hukum dan isu sosial diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Wartawan Magang: Syurga, Hanenda, Neyreliana, Katsuro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here