SIGI, LPMQALAMUN.com – Dinamika internal yang terjadi di Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu mendorong pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB).
Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK, Moh. Riad Lubis menjelaskan bahwa rekomendasi pembekuan awalnya muncul sebagai bentuk evaluasi atas kondisi organisasi.
“Kami dari Senat bukan untuk membekukan lembaga, tetapi merekomendasikan kepada pimpinan untuk mempertimbangkannya,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun pada Kamis, (27/11/2025).
Setelah melalui mekanisme referendum lembaga di OKM FTIK, diputuskan bahwa pembekuan tidak diperlukan karena persoalan tidak melibatkan lembaga secara keseluruhan.
“Yang bermasalah bukan lembaganya, tetapi oknumnya,” tegasnya.
Berdasarkan hasil musyawarah bersama pimpinan fakultas dan ketua lembaga mahasiswa, ketua DEMA sebelumnya diberhentikan dan digantikan oleh Pelaksana Tugas (PLT).
Adapun sejumlah isu yang sempat mencuat di lingkungan kampus ini terbukti benar, yaitu meliputi pembatalan Expo, pengembalian steering kepada pihak sekolah, pembuatan video klarifikasi, serta adanya masalah pengelolaan dana.
“Isu penggelapan dana itu benar adanya, dan oknum yang bersangkutan akan segera mengembalikannya,” ungkapnya.
Terakhir, Riad berharap KLB menjadi pembelajaran bagi seluruh pengurus agar memperbaiki sistem kerja organisasi.
“Transparansi dan komunikasi harus lebih ditingkatkan. Ini bukan hanya suatu luka, tetapi refleksi untuk mengembalikan marwah FTIK,” tutupnya.
Wartawan Magang: Readers, Musang, Katsuro







