Oleh : Yuni
Wartawan Magang
Kau datang seperti senja yang tak pernah menuntut lagit,
Cukup dengan diam mewarnai segala yang telah redup di dalamku.
Aku tak pernah tau, bahwa tenang bisa sesederhana berdiri di sampingmu tanpa bicara.
Ada banyak hal yang tak butuh nama sperti caramu menatap dengan tenang
Seperti cara waktu berhenti sejenak setiap kali kau tersenyum.
Semesta tampak lebih lunak kala itu, seolah tau bahwa aku sedang menatapmu.
Kadang aku ingin menulis do’a tapi huruf-hurufnya selalu gugur di udara mungkin karena setiap ucap sudah lebih dulu hidup dalam keberadaanmu.
Dan bila suatu hari cahaya memudar akuingin menjadi oantulan terakhir di matamu, agar syukurku tak pernah kehilangan rumah, meski dunia terus berputar jauh.







