Home OPINI Kampus yang Tak Siap Tumbuh: Analisis Krisis Infrastruktur UIN Datokarama Palu

Kampus yang Tak Siap Tumbuh: Analisis Krisis Infrastruktur UIN Datokarama Palu

42
0

Oleh : Abd. Fattah
Pengurus Redaksional

Dalam ekosistem pendidikan tinggi, infrastruktur bukan sekadar penopang fisik, melainkan fondasi strategis yang menentukan kualitas proses akademik, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Perguruan tinggi seharusnya dibangun di atas infrastruktur memadai mulai dari ruang belajar, laboratorium, sistem digital, hingga aksesibilitas lingkungan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang produktif, inklusif, dan berorientasi masa depan.

namun, kenyataan yang berbeda terjadi di Kampus II UIN Datokarama Palu, kebutuhan akan infrastruktur yang terencana dan berfungsi optimal menjadi semakin mendesak, terlebih pada kampus yang sedang berkembang. Kehadiran kampus ini semestinya menjadi akselerator kemajuan akademik dan pusat pertumbuhan intelektual baru bagi masyarakat sekitar. Namun, tanpa dukungan prasarana yang memadai mulai dari fasilitas belajar yang layak, jaringan digital yang stabil, hingga akses transportasi yang manusiawi tujuan besar pendidikan tinggi akan sulit terwujud. Infrastruktur bukan hanya bangunan berdiri, tetapi representasi kesiapan sebuah institusi untuk menjamin mutu pembelajaran, menumbuhkan inovasi, serta menghadirkan manfaat konkret bagi lingkungan sosial yang melingkupinya.
Tentu saja, pandangan ini dapat menimbulkan kontroversi yang cukup siginifikan. Terutama dari sisi birokrasi itu sendiri. Di mana para pejabat yang tak ingin mengambil langkah esktrem seperti memindahkan kampus II ke tempat yang lebih layak dan strategis ataupun menempatkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Kembali di kampus I. Apalagi melihat beberapa pembangunan yang terus berlanjut pastinya membuat hal itu bisa saja hanya akan menjadi sebuah angan belaka. Meskipun pandangan ini menimbulkan kontroversial, tetapi bukankah hal ini justru menyeret fokus utama dari esensi Pendidikan itu sendiri?
Menjawab hal itu, menurut saya, timdakan yang harus diambil oleh rektor ialah memindahkan kampus II UIN Datokarama ke tempat yang lebih strategis, dimana kehadiran kampus II tidak dipandang sebelah mata oleh warga setempat. Atau memindahkan Fakultas Tatbiyah Kembali ke dapur yang sama,yaitu kampus I. sebelum Pembangunan makin bertambah, dan keresahan serta keluhan para mahasiswa dapat berkurang.
Pada akhirnya, Pembangunan infrastuktur yang memadai hanya akan menjadi mimpi indah yang mustahil adanya. padahal, untuk mencapai esensi Pendidikan yang hakiki, Infrasturktur merupakan salah satu fondasi fundamental. jika tidak, maka Kampus II UIN Datokarama Palu hanya akan menjadi sebuah proyek gagal. Proyek gagal yang terus berkembang dengan sendirinya sehingga memaksa mahasiswa, tenaga pengajar, dan tendik untuk belajar menelan realita yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here