Oleh : Nurul Azmi Az Zahrah
Wartawan Magang
Meski jalan kita kini berlain arah
bayangmu masih menetap di ruang sunyi dalam kepalaku.
Tak ada yang benar-benar hilang
hanya berubah menjadi jarak yang harus kuterima
di setiap langkah yang ku tempuh
selalu terbesit kenangan yang mengetuk pelan di antara waktuku.
Beberapa hal memudar perlahan
tapi tidak dengan caramu pernah hadir dalam hidupku.
Kadang aku tersenyum tanpa alasan
mengingat hal-hal kecil yang pernah membuat kita dekat.
Kadang aku diam,
karena menyadari bahwa semua itu hanya tinggal cerita
yang tak bisa terulang.
Meski kita tak lagi bersama,
kau tetap hadir di sudut paling tenang dalam diriku.
Bukan untuk kembali, bukan untuk disesali,
hanya saja selalu teringat
sebagai seseorang yang pernah begitu berarti.







