Oleh : Zanira Nur Aviva
Jurusan : Ekonomi Syariah
Wartawan LPM Qalamun
Hari demi hari berlalu, kau selalu melekat di ingatanku.
Walau tidak saling menyapa, bahkan tidak bertukar pikiran.
Hanya bayangmu yang terus terbesit di dalam kepalaku,
Menjelma sunyi yang selalu menanti sebuah jawaban.
Mata yang indah berwarna kecokelatan itu begitu memikat,
Membuat sebagian duniaku hanya tertuju lurus padamu.
Di sudut mana pun, mata ini selalu mencari kehadiranmu,
Menelusuri keramaian demi menemukan satu titik rindu.
Kau terlihat kaku, bicaramu berantakan, dan tersenyum tipis,
Tapi entah kenapa, itu menjadi ciri khas yang selalu kunantikan.
Keunikan yang sederhana, namun bagiku sangatlah manis.
Menjadi potongan teka-teki yang sulit untuk kulupakan.
Aku tahu kenyataannya kau tak pernah menatapku sebagai wanita,
Tapi hanya sebagai teman, mungkinkah itu garis takdir kita?
Aku terjebak dalam tanya yang tak pernah kutemukan jedanya,
Memeluk rasa yang enggan kau beri ruang untuk kucinta.
Bila suatu saat nanti kau mulai merasakan sesuatu di dada,
Aku berjanji pada diri sendiri tidak akan mengacaukannya.
Namun, terselip sedikit harapan tulus dari relung hatiku:
Semoga rasa yang akan tumbuh itu, tertuju hanya kepadaku.







