Home KAMPUS Wujudkan Visi Integrasi Ilmu, UIN Datokarama Palu Bangun Taman Mutiara Keilmuan

Wujudkan Visi Integrasi Ilmu, UIN Datokarama Palu Bangun Taman Mutiara Keilmuan

21
0

PALU, LPMQALAMUN.com – UIN Datokarama Palu terus berbenah melalui pembangunan gerbang dan taman baru di kawasan depan kampus sebagai bagian dari perwujudan visi integrasi ilmu dengan distingsi Mutiara Keilmuan.

Pembangunan tersebut mulai digunakan pada awal tahun 2026 dan tidak sekadar berfungsi sebagai pemanis visual, tetapi juga menjadi simbol komitmen universitas dalam memperkuat identitas dan citra kelembagaan.

Wakil Rektor (Warek) II Prof. Dr. Hamlan, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan wujud keseimbangan antara capaian akademik dan penataan sarana prasarana kampus yang estetis dan filosofis, setelah diraihnya predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Pembangunan ini adalah bagian dari penataan kampus yang mencerminkan keseriusan UIN Datokarama dalam mengembangkan institusi. Predikat Unggul dari BAN-PT mencakup penilaian menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun non-akademik (termasuk sarana dan prasarana),” ujarnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Senin (19/01/2026).

“Gerbang dan taman ini menjadi simbol fisik bahwa seluruh aspek kampus telah tertata dengan baik sesuai standar akreditasi tertinggi tersebut,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa filosofi Mutiara Keilmuan dan Kearifan Lokal yang digagas oleh Rektor UIN Datokarama Palu, sebagai distingsi utama integrasi ilmu di kampus ini.

“Pemilihan simbol mutiara bukanlah tanpa alasan, melainkan pembangunannya mengacu pada visi Integrasi Keilmuan dengan distingsi Mutiara Keilmuan. Konsep ini digagas oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman S. Thahir, yang tertuang dalam Statuta dan buku panduan khusus dengan Kearifan Lokal Sulawesi Tengah yang identik dengan mutiara seperti nama Bandara Mutiara SIS Al-Jufri,” jelasnya.

“Filosofi nilai mutiara adalah sesuatu yang bernilai tinggi dan tidak mudah didapat. Seseorang harus menyelam ke kedalaman untuk menemukannya, sama halnya dengan mencari kedalaman ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Kemudian, ia juga menjelaskan bagaimana kampus menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, seperti gerbang, dengan peningkatan mutu akademik dan pelayanan mahasiswa.

“Kami membangun keseimbangan (ekuilibrium) antara aspek akademik dan non-akademik. Kampus yang sudah indah ini diperindah lagi pembangunan fisiknya bertujuan agar fasilitas yang sudah ada tercipta kenyamanan bagi civitas akademika dalam beraktivitas di dalam kampus,” jelasnya.

Terakhir, ia berharap gerbang dan taman ini tidak hanya menjadi unsur keindahan, tetapi juga simbol fisik semangat kampus menerapkan integrasi ilmu secara nyata.

“Harapannya, taman ini menjadi identitas visual atau penciri khas UIN Datokarama Palu. Selain sebagai keindahan fisik, konsep Mutiara Keilmuan ini diharapkan menjadi pemahaman kolektif bagi seluruh civitas akademika. Gagasan ini pun telah diperkuat melalui diskusi dengan pakar-pakar integrasi ilmu ternama, seperti Prof. Dr. Mulyadi Kartanegara dan Prof. Dr. Amin Abdullah, untuk membedah bagaimana integrasi ilmu diterapkan secara nyata di kampus ini,” harapnya.

Wartawan: Huwairah, Qosirotuthorfi, Alejandra, Papirus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here