Home PUISI Harapan untuk Kembali

Harapan untuk Kembali

44
0

Oleh: Naysila Hafisa
Wartawan LPM Qalamun

Di rumah kecil itu, ada kursi yang kosong,
suasananya tetap sepi meski terdengar tawa.
Foto-foto di dinding seolah bercerita
tentang kebersamaan yang kini telah hilang.

Setiap pagi berjalan seperti biasa,
tapi selalu ada yang kurang, tak lagi lengkap.
Anak-anak berusaha kuat,
meski rindu akan pelukan yang hilang terus tersimpan.

Kadang kata tak sanggup terucap,
senyum pun dipaksakan agar sedih tak terlihat.
Namun dari sorot mata yang jauh dan kosong,
terlihat jelas rindu yang tak pernah padam.

Kini rumah tak lagi penuh suara,
meja makan tak seramai dulu.
Tapi kasih sayang masih terasa di setiap sudut,
menjadi bukti bahwa cinta tak sepenuhnya pergi.

Harapan tetap tumbuh di hati yang sederhana,
bahwa suatu hari akan ada saat untuk berkumpul kembali.
Walau keluarga tak lagi utuh,
masih ada cinta yang menjaga,
dan harapan untuk tetap bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here