PALU, LPMQALAMUN.com – Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) UIN Datokarama Palu siap membuka Program Studi (Prodi) Teknik Sipil pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui Jalur Mandiri.
FSAINTEK UIN Datokarama Palu, merencanakan pembukaan tiga prodi baru, yakni Teknik Sipil, Sarjana Terapan Rekayasa Elektro, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Namun, tahun ini hanya Prodi Teknik Sipil yang siap dibuka dan telah terdaftar di Pangkalan Data Perguruan Tinggi.
Prodi Sarjana Terapan Rekayasa Elektro belum dapat dibuka karena belum memenuhi persyaratan dosen. Sementara itu, Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih dalam tahap penyusunan proposal dan ditargetkan segera dibuka.
Wakil Dekan (Wadek) I FSAINTEK, Dr. Sahril, S.S., M.Pd., mengungkapkan bahwa izin pembukaan Prodi Teknik Sipil terbilang cepat sejak pengajuan proposal ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI. Pengusulannya dilakukan pada 10 Desember, dan Surat Keputusan (SK) diterbitkan pada 9 Januari.
“Kami juga sebelumnya melakukan pendampingan dari LLDIKTI dan mengundang Ketua LLDIKTI untuk memberikan penguatan terhadap instrumen proposal pembukaan program studi,” ungkapnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Kamis (05/02/2026).
Sahril menjelaskan bahwa Prodi Teknik Sipil hanya membuka satu kelas pada angkatan pertama.
”Untuk Prodi Teknik Sipil ini kita akan menerima satu kelas saja dulu. Rencananya lebih 30-35 mahasiswa, karena mengingat SDM yang masih sambil jalan melakukan pemenuhan, seperti beberapa program sebelumnya,” jelasnya.
Dalam pengembangan akademik, ia mengatakan bahwa seluruh prodi di lingkungan FSAINTEK diarahkan untuk menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
”Seluruh program studi di Fakultas Sains dan Teknologi kami arahkan menggunakan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang mulai diterapkan secara penuh pada kurikulum 2025. Tidak hanya untuk prodi baru, tetapi juga seluruh prodi yang sudah berjalan,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa keterbatasan laboratorium khususnya untuk prodi berbasis rekayasa masih menjadi tantangan. Namun, pengadaan sarana dan prasarana telah diusulkan ke rektorat, serta dibahas dalam forum nasional FSAINTEK se-Indonesia.
Di akhir wawancara, ia berharap calon mahasiswa yang akan mendaftar dapat memilih prodi sesuai dengan minat, serta kemampuan akademik mereka.
“Jangan memilih program studi hanya karena tren. Mahasiswa harus siap secara kemampuan dan komitmen. Karena proses pembelajaran di sains dan teknologi tidak ringan,” harapnya.
Wartawan : Alejandra, Papirus







