PALU, LPMQALAMUN.com – UIN Datokarama Palu dinilai memiliki peluang untuk memperoleh Beasiswa Bank Indonesia (BI) 2026.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Ketua dan Wakil Ketua Wilayah Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam pembahasan peluang sejumlah kampus menjadi penerima Beasiswa BI yang akan segera dibuka bagi mahasiswa perguruan tinggi.
Adapun pendaftaran Beasiswa BI hingga kini belum diumumkan secara resmi. Namun, diperkirakan dibuka pada awal hingga pertengahan Maret, dengan kuota 50 mahasiswa per kampus melalui tahapan seleksi administrasi dan wawancara.
Selanjutnya, Rizki Langit selaku Ketua Wilayah GenBI Sulteng, menjelaskan alasan tidak adanya informasi resmi terkait Beasiswa BI pada tahun sebelumnya.
“Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi memang benar bahwa pada tahun 2025 Bank Indonesia belum menyalurkan beasiswa tersebut, karena ada kebijakan efisiensi anggaran dari Bank Indonesia pusat dan proses penyaluran baru akan dilaksanakan kembali secara resmi pada tahun 2026,” ungkapnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Selasa (10/02/2026).
Sementara itu, Andi Rabiul selaku Wakil Ketua Wilayah GenBI Sulteng, menjelaskan persyaratan umum administrasi dan akademik yang harus dipenuhi calon pendaftar Beasiswa BI 2026.
“Mahasiswa aktif minimal semester empat, maksimal semester enam dan mencapai IPK rata-rata 3,5 yang mencakup Kartu Hasil Studi (KHS) dan transkrip nilai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendaftar dengan IPK di bawah rata-rata masih berpeluang jika memiliki prestasi akademik atau nonakademik, pengalaman organisasi, serta keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibuktikan dengan sertifikat.
Diakhir wawancara, mereka berharap mahasiswa yang berminat mendaftar Beasiswa BI dapat menjaga nilai akademik serta rutin memantau akun Instagram GenBI Sulawesi Tengah dan Bank Indonesia.
“Harapannya kalian semua bisa bergabung di GenBI tahun ini dan semoga kita bisa menjalin silaturahmi ke depannya agar GenBI tahun 2026 menjadi GenBI emas,” harapnya.
Wartawan: Athalia, Huwahira







