PALU, LPMQALAMUN.com — Aliansi Mahasiswa menggelar aksi demokrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, Jumat (1/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan penghentian intimidasi dan eksploitasi terhadap pekerja. Mereka mengusung tiga tuntutan utama, yakni penyetaraan hak pekerja, penghentian praktik eksploitasi, serta perwujudan demokratisasi bagi kaum buruh.
Koordinator Lapangan, Fauzul Azmi, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan memperjuangkan demokratisasi bagi buruh. Ia menyebutkan, meski terdapat 18 poin tuntutan turunan, seluruhnya berfokus pada isu kesejahteraan pekerja, termasuk dorongan kenaikan upah di berbagai instansi.
Aliansi juga menyoroti nasib mahasiswa magang yang dinilai masih mengalami eksploitasi melalui praktik kerja tanpa kompensasi finansial.
“Kami menuntut agar mahasiswa yang menjalani magang di berbagai instansi mendapatkan upah. Jangan sampai mereka hanya bekerja tanpa bayaran, karena itu merupakan bentuk eksploitasi tenaga,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa sempat merespons tawaran negosiasi dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Namun, tawaran dialog melalui panggilan video WhatsApp ditolak tegas oleh pihak aksi.
“Kami menolak negosiasi melalui telepon atau WhatsApp. Kami datang langsung untuk menyampaikan aspirasi rakyat, baik dari kalangan buruh maupun tenaga kerja. Tidak elok jika aspirasi tersebut hanya ditanggapi secara daring,” tegasnya.
Aliansi memberikan tenggat waktu 2×24 jam kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan tanggapan resmi. Jika tuntutan tidak direspons, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan tekanan yang lebih besar.
“Jika tidak diindahkan, kami akan meningkatkan tekanan kepada instansi terkait agar segera memenuhi tuntutan yang kami suarakan,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta memastikan tidak ada lagi praktik eksploitasi di berbagai sektor.
Wartawan: Qhosirututhorfi, Irina, Jaye







