PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 110 bertajuk “Character & Money” di Asrama Putra Boarding School MAN 2 Palu, Sabtu (26/09/2026).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan dua narasumber dari tim Hannah Asa Indonesia, yakni Sadik Fayyat, AWPS, dan Qodrawin, AWPS. Pelatihan difokuskan pada keterkaitan antara integritas, etos kerja, dan kecakapan finansial generasi muda.
Narasumber, Sadik Fayyat, menegaskan bahwa mengelola uang pada dasarnya merupakan bentuk latihan mengontrol diri.
Ia menilai, meskipun pengetahuan dasar seperti penyusunan anggaran, menabung, dan investasi sangat krusial, keputusan finansial harian justru lebih banyak digerakkan oleh faktor karakter.
“Anak-anak usia sekolah sudah cukup banyak berinteraksi dengan layanan keuangan, tetapi kemampuan literasinya masih perlu diperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, indikator literasi finansial tidak hanya sebatas penguasaan teori, melainkan mencakup keterampilan, keyakinan, sikap, hingga perilaku nyata.
Oleh karena itu, edukasi bagi pelajar tidak cukup menekankan cara mengelola uang, tetapi juga membiasakan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, peserta ditargetkan dapat menerapkan satu hingga dua kebiasaan baru dalam 30 hari ke depan, seperti rutin mencatat arus kas, memilah kebutuhan prioritas dari keinginan, menetapkan target tabungan, serta melatih disiplin waktu.
“Bagi saya, 30 hari pertama bukan tentang perubahan yang besar. Perubahan karakter justru dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan perubahan perilaku yang komprehensif, baik dari sisi finansial maupun etos kerja para santri dan siswa MAN 2 Palu.
“Financial capability bukan hanya soal kemampuan mengelola uang, tetapi juga kemampuan mengelola diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” pungkasnya.







