Oleh: Diana Kustini
Wartawan Magang
Aku sering menatap langit tanpa jawaban,
Membawa mimpi yang gemetar di dada,
Setiap langkah dipenuhi tanda tanya,
Bisakah aku? Mampukah aku bertahan?
Dunia terasa luas, sementara aku kecil,
Takut jatuh sebelum benar-benar terbang,
Masa depan seperti jalan berkabut,
Aku berjalan dengan lutut yang gemetar.
Di tengah takut yang tak henti memburu,
Ada doa ibu yang diam-diam memelukku,
Dalam sujudnya namaku selalu disebut,
Agar aku kuat meski dunia sering menjatuhkanku.
Ya Tuhan, jangan cepat ambil ibu dariku,
Biarkan ia duduk di barisan paling depan,
Saat aku akhirnya berdiri sebagai pemenang,
Dan ia tersenyum sambil berkata, “Anakku, kamu berhasil.”







