Oleh: Diana Kustini
Wartawan Magang
Kakak-kakakku tersayang,
Kini jarak membentang di antara kita,
Namun angin di kota perantauan
Selalu membawa pulang kenangan tentang tawa dan rumah kita.
Aku masih ingat langkah-langkah sore itu,
Jalan kecil, jajanan sederhana, cerita tanpa tujuan,
Kau turuti semua permintaanku tanpa lelah,
Kau manja adikmu dengan cinta yang begitu tulus.
Kini aku belajar berdiri di kakiku sendiri,
Menguat tanpa genggaman tangan kalian,
Namun nasihat kalian selalu hidup di langkahku:
Menjaga diri, menjaga arah, menjaga nama keluarga.
Kak, rinduku pada kalian adalah doa yang tak pernah putus,
Terima kasih atas cinta yang tak pernah berpindah,
Meski kita tak lagi tinggal dalam satu rumah yang sama,
Namun kasih kalian tetap menjadi rumah di dalam jiwa.







