Oleh: Diana Kustini
Wartawan Magang
Di kota ini aku belajar bertahan sendiri,
Menggenggam rindu seperti rahasia paling dalam,
Langkahku ramai, tapi hatiku sunyi,
Seolah rumah hanya tinggal nama dalam ingatan kelam.
Aku rindu pagi dengan suara ibu di dapur,
Rindu ocehan ibu yang sederhana namun menenangkan,
Di perantauan, waktu berjalan begitu jujur,
Mengajarkanku dewasa tanpa sempat bermanja.
Malam sering datang membawa sesak,
Saat lelah tak tahu harus bersandar ke siapa,
Aku hanya bisa memeluk jarak,
Dan menenangkan diri dengan doa-doa yang kupunya.
Aku ingin pulang tanpa pura-pura kuat,
Meletakkan semua lelah di depan pintu yang sama,
Menjadi anak lagi meski hanya sesaat,
Dan melepas rindu yang terlalu lama terikat di jiwa.







