PALU, LPMQALAMUN.com — Tim debat UIN Datokarama Palu mengundurkan diri dari kompetisi debat tingkat nasional setelah tidak memperoleh dukungan dana keberangkatan dari pihak kampus.
Keputusan tersebut diambil menjelang batas akhir pendaftaran ulang babak semifinal, meski tim telah berhasil menembus empat besar kompetisi.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES), Adinda Syahara, salah satu anggota tim, menjelaskan persiapan telah dilakukan sejak sebelum babak penyisihan.
Setelah dinyatakan lolos ke semifinal, tim segera menyusun proposal dan mengajukan permohonan dukungan dana kepada pihak kampus dengan bantuan ketua jurusan dan Wakil Dekan II.
Ia mengaku telah beberapa kali meminta kejelasan kepada pihak kampus, tetapi tidak memperoleh keputusan pasti.
“Mereka bilang, ‘Oh iya, nanti tunggu info dari ini ya, nanti kita tanya ini ya, nanti tunggu ini ya’. Jadinya kita dilempar-lempar terus sampai dekat penutupan pendaftaran ulang,” ujarnya saat diwawancarai kru LPM Qalamun, Senin (26/10/2026).
“H-2 baru dikasih jelas sama Warek II kalau tidak ada anggaran, sehingga mau tidak mau kita mengajukan pengunduran diri,” tambahnya.
Ia menyayangkan keputusan tersebut karena tim telah mencapai tahap semifinal dan berpeluang meraih prestasi untuk kampus.
Hal serupa disampaikan Dwi Bintang Dermawan Yasin, mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara Islam (HTNI). Ia mengatakan tim telah mengajukan permohonan dana selama hampir satu bulan, tetapi belum mendapatkan kepastian hingga menjelang pelaksanaan semifinal.
“Sudah di titik semifinal perebutan juara satu, dua, tiga, dan harapan satu, pengajuan dana dari tim kami sudah mau sebulan lamanya. Hingga H-3 kegiatan, kami terus datang kembali untuk menanyakan kepastian dana, akan tetapi terus dilempar sana-sini oleh pihak keuangan,” katanya.
“Hingga akhirnya berakhir dengan keputusan rektor bahwa dana tidak ada untuk pemberangkatan karena persiapan untuk Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE),” tambahnya.
Ia mengungkapkan tim telah melalui proses persiapan panjang hingga berhasil masuk 12 besar pada babak penyisihan, dan melaju ke semifinal setelah bersaing dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Karena itu, pengunduran diri tersebut tidak hanya berdampak pada kesempatan mengikuti kompetisi, tetapi juga membuat waktu dan usaha yang telah dicurahkan selama persiapan menjadi sia-sia.
Ia mengaku sangat kecewa karena tim berharap dapat mewakili UIN Datokarama Palu sekaligus membawa nama Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Putri Athifah, anggota tim debat dari Prodi HES, mengatakan persiapan mereka telah mencapai tahap penyusunan mosi untuk semifinal.
Menurutnya, pengunduran diri tersebut menimbulkan kerugian berupa waktu dan tenaga yang telah dicurahkan di tengah kesibukan perkuliahan.
“Perasaan kami sangat kecewa, kami sudah mengerahkan semua usaha kami dan percaya dengan potensi kami bisa memberikan yang terbaik di lomba ini, salah satu contohnya yaitu kami menjadi 4 besar di perlombaan debat ini,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan kesempatan yang harus terlewat setelah tim menjadi satu-satunya kampus dari Sulawesi yang berhasil lolos ke babak tersebut.
Terkait alasan tidak tersedianya pendanaan, Putri menyebut pihak kampus menjelaskan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada dana perjalanan dinas.
Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemotongan anggaran, tetapi juga dengan prioritas dukungan kampus terhadap mahasiswa berprestasi.
Pengunduran diri tersebut menyisakan kekecewaan bagi anggota tim. Mereka berharap kampus dapat memperbaiki sistem dukungan pendanaan bagi mahasiswa berprestasi agar persoalan serupa tidak kembali menghambat partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional.
Wartawan Magang: Narasa, Wae, Aina, Ravine, Svara, Sereia






