PALU, LPMQALAMUN.com – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Maluku Utara (IPPMMU) menggelar kegiatan Pelantikan dan Bacarita Maluku pada Sabtu (24/05/2025) di Warkop Fekon, Universitas Alkhairat Palu.
Kegiatan ini mengusung tema “Historis Bumi Kie Raha dan Kinerja Pemerintah Daerah dalam Sektor Pendidikan dan Budaya.”
Ketua Panitia, Nuhil Kahe, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah Bumi Kie Raha yang jarang tersentuh dalam ruang akademik kampus.
“Kami merasa penting untuk membawa dan memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah Bumi Kie Raha, karena hal tersebut jarang disentuh dalam kegiatan akademik di kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar mahasiswa Maluku Utara di perantauan, sekaligus menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada mereka.
“Kami ingin dikenal bukan karena label negatif, tetapi karena kontribusi positif terhadap kebudayaan dan pendidikan,” tegasnya.
Diskusi dalam kegiatan ini turut membahas kinerja pemerintah daerah, terutama dalam sektor budaya dan pendidikan. Salah satu topik utama adalah sejauh mana perhatian pemerintah terhadap mahasiswa Maluku Utara yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Fokus pemerintah provinsi dalam bidang pendidikan dan budaya memang terlihat, tetapi perhatian terhadap mahasiswa di luar daerah masih menjadi tanda tanya,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Ir. Muhammad Nur Sangadji DEA selaku Dosen Universitas Tadulako, dan Indrus Mansur, S.E., M.M., selaku Lurah Bayoge. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai kerukunan dan lembaga mahasiswa luar daerah.
Dengan semangat dan kerja sama yang solid, kegiatan ini berlangsung lancar tanpa kendala. Panitia berharap acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Maluku Utara untuk terus melestarikan sejarah dan budaya meskipun berada jauh dari tanah kelahiran.
“Kami berharap semangat ini tetap menyala, dan menjadi bekal berharga bagi kami sebagai pemuda dan pelajar Maluku Utara,” tutup Nuhil.
Wartawan: Kapita, Langit







