Home OPINI Kekecewaan Seorang Mahasiswi atas Rusaknya Alam Donggala oleh Pertambangan

Kekecewaan Seorang Mahasiswi atas Rusaknya Alam Donggala oleh Pertambangan

220
0

Oleh: Aprilia Ayu Azhani
Wartawan LPM Qalamun

Sebagai seorang mahasiswi yang mencintai alam, perjalanan saya menuju Donggala seharusnya menjadi momen untuk mengagumi keindahan alam Sulawesi Tengah yang terkenal dengan pantainya yang biru, hutan hijaunya, dan udara segarnya. Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan mendalam. Sepanjang perjalanan memasuki kawasan Donggala, pemandangan yang tersaji bukan lagi hamparan hijau yang menyejukkan mata, melainkan deretan area pertambangan yang merusak lanskap alami.

Ekskavator-ekskavator besar tampak menggerus hutan tanpa ampun. Pohon-pohon tumbang, tanah menganga, dan debu beterbangan—seolah memperlihatkan betapa rakusnya manusia mengeksploitasi alam. Tak hanya hutan, aktivitas pertambangan itu juga menutupi keindahan laut yang seharusnya menjadi daya tarik utama Donggala. Pantai yang biasanya menawarkan pemandangan lepas, kini dibatasi oleh gundukan tanah dan tumpukan material tambang.

Sebagai generasi muda, saya merasa miris. Kekayaan alam yang seharusnya dilestarikan untuk dinikmati bersama dan diwariskan kepada generasi berikutnya justru dirusak demi keuntungan sesaat. Donggala memiliki potensi luar biasa sebagai tujuan wisata alam, tetapi aktivitas pertambangan yang tak terkendali justru menggerus potensi itu. Saya berharap pemerintah dan pihak terkait bisa lebih bijak dalam mengelola kekayaan alam—menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan—agar Donggala tetap menjadi kebanggaan kita bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here