Home Kemitraan Perpustakaan sebagai Ruang Inovasi, Mahasiswa IPII Angkat Semangat Wirausaha lewat Seminar

Perpustakaan sebagai Ruang Inovasi, Mahasiswa IPII Angkat Semangat Wirausaha lewat Seminar

175
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Angakatan 2022, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD), UIN Datokarama Palu mengadakan Seminar Librarian Entrepreneurship di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Sabtu (21/06/2025).

Seminar ini mengusung tema “Transformasi Perpustakaan sebagai Pusat Informasi dan Wirausaha” dan dibuka langsung oleh Sekretaris Jurusan (Sekjur) IPII, Iramadhana Solihin, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam sambutannya, Iramadhana menyampaikan bahwa materi dari para narasumber diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dalam menjalani peran sebagai pustakawan.

“Harapannya, apa yang disampaikan narasumber dapat memberikan motivasi sebagai pustakawan yang tidak hanya menjaga dan menyusun informasi, tetapi juga mengolah, mengembangkan, dan mengantarkan informasi,” tuturnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, M.M., dan Owner Café Ruang Dua Delapan, Rachmat Saleh, S.T., M.T.

Dalam sesi diskusi, Syamsul Saifudin menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menganalisis dan mengelola informasi.

“Literasi dimaknai tidak hanya sebagai membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menganalisis dan mengelola informasi yang diperoleh,” ungkapnya.

Sementara itu, Rachmat Saleh mengatakan bahwa pendirian Ruang Dua Delapan dilatarbelakangi oleh keinginannya agar masyarakat, terutama generasi muda, mudah mendapatkan bahan bacaan.

“Saya bercita-cita agar orang-orang, anak-anak, dan mahasiswa tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bacaan seperti yang saya rasakan dulu. Karena itu, saya mendirikan Ruang Dua Delapan,” ujarnya.

Ketua panitia, Achmad Gunawan, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi serta mendorong lahirnya inovasi di lingkungan perpustakaan.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan motivasi kepada anak muda agar perpustakaan tidak hanya dipahami sebagai tempat membaca atau menyimpan buku, tetapi juga bisa bertransformasi menjadi pusat informasi dan wirausaha,” jelasnya.

Seminar ini dikenakan biaya partisipasi sebesar Rp10.000 per orang. Di akhir wawancara, Achmad menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan turut mengubah paradigma masyarakat terhadap perpustakaan.

“Harapan saya, teman-teman yang mengikuti kegiatan ini bisa menghadirkan inovasi di perpustakaan tempat mereka berkegiatan, serta mengubah pola pikir masyarakat bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan atau membaca buku,” tutupnya.

Wartawan: Radisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here