Home OKM Sinergi Mahasiswa Tafsir Hadis dalam Menjaga Kearifan Lokal di Era Digital

Sinergi Mahasiswa Tafsir Hadis dalam Menjaga Kearifan Lokal di Era Digital

104
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) wilayah Sulawesi menggelar Seminar Nasional bertema “Sinergi Mahasiswa Tafsir Hadis dalam Menyamai Revitalisasi Kearifan Lokal dan Literasi Digital di Wilayah Sulawesi” pada Senin (03/11/2025) di Auditorium UIN Datokarama Palu.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Muh. Anwar HM. selaku Kepala Program Studi Manajemen STMIK YAPMI Makassar dan Dr. Tamrin, M.Ag selaku Wakil Dekan (Wadek) III FUAD.

Ketua Panitia, Faiz Burhani menjelaskan bahwa seminar ini memiliki dua tujuan utama, yaitu mengatasi kesalahpahaman literasi digital dan mengangkat Kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mulai terlupakan.

“Pertama, terkait literasi digital karena banyaknya penyalahgunaan di ruang digital. Kedua, tentang pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak dilupakan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tema ini terinsprirasi oleh nasihat dari Prof. Hamka agar mahasiswa UIN Datokarama Palu dapat berpikir global dan bertindak secara lokal.

Lebih lanjut, Faiz menjelaskan bahwa literasi digital memegang peranan penting dalam mendukung revitalisasi kearifan lokal. Melalui berbagai forum digital yang berkembang, mahasiswa dapat menampilkan kearifan lokal dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran.

“Al-Quran bukan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi justru menjadi pedoman utama dalam memanfaatkan kemajuan digital,” ujarnya.

Dalam seminar ini juga diharapkan menjadi wadah bagi peningkatan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam upaya mengembangkan kearifan lokal dan literasi digital.

“Beliau memiliki keahlian di bidang literasi digital, namun akan mengaitkannya dengan sudut pandang keislaman agar lebih relevan dengan konteks mahasiswa khususnya mahasiswa IAT,” ungkapnya.

Hasil dari seminar ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang diskusi tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarkat Sulawesi, khususnya di kota Palu.

“Materi yang disampaikan nantinya akan kami dorong untuk diterapkan di berbagai wilayah Sulawesi, khususnya di kota Palu dengan beliau sebagai pematerinya,” tegasnya.

Sebagai penutup, Faiz selaku ketua panitia menyampaikan pesan bagi mahasiswa, ia menegaskan bahwa perkembangan literasi digital harus diimbangi dengan pengajaran dan pemahaman Al-Quran.

“Mahasiswa yang mempelajari Al-Quran tidak akan ketinggalan zaman, karena Al-Quran itu sendiri adalah sumber ilmu yang menjadi acuan bagi setiap bidang keilmuan masing-masing,” tutupnya.

Wartawan Magang: N1ka, Eireen, Luna, Neoraskari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here