Oleh: Aura Reski Ramadani
Wartawan LPM Qalamun
Sejak kecil, aurora selalu duduk di depan jendela setiap sore, menatap jalan kampung yang berdebu. Ia percaya, suatu hari, ayah yang tak pernah ia kenal akan muncul di ujung jalan itu menyapanya, memanggil namanya, lalu memeluknya. Keyakinan itu ia genggam begitu kuat, sampai-sampai terkadang menyakiti dirinya sendiri.
Ibu jarang bercerita tentang lelaki itu, hanyaa satu yang selalu ia ulang: “ayahmu pergi begitu saja” tanpa pamit, tanpa kabar, tanpa nafkaah sepeser pun. Pergi seperti angin yang tak pernah meninggalkan jejak selain sunyi.
Waktu bergerak perlahan, namaaun tak pernah menunggu.
Ketika aurora beranjank dewasa, banyak hal berubah. Tubuhnya meninggi, suaranya lebih tenang, matanya semakin bijak. Namun satu hal tetap sama: sore-sore yang selalu menyisakan luka kecil dihatinya. Ia masih menatap jalan yang sama, kini bukan sebagai anak kecil yang penuh mimpi, tapi sebagai perempuan dewasa yang menahan kecewa.
Suatu hari, ketika berusia 17 tahun, seorang bertanya “raa, kau masih menunggu ayahmu?”
Aurora tersenyum tipis. “aku tidak tahu apakah aku menunggu… atau hanya sulit berhenti berharap.”
Malam itu, ia mencoba mencari user name orang tersebut di facebook, dan menemukan foto-foto yang juga membuat bayangan punggung seorang pria, samar, hampir tak terlihat. Satu-satunya bukti bahwa ayahnya pernah ada.
Air mata ia bertahan bertahun-tahun akhirnya jatuh juga. Bukan karena kehilangan sosok yang ia rindukan, tetapi karena menyadari sesuatu: ia telah tumbuh tanpa apa yang ia cari, tetapi tetap bisa menjadi utuh.
“ayah” bisihnya lirih, “jika suatu hari kau kembali… mungkin aku tidak akan marah. Tapi aku juga tidak akan lagi berharap kau datang. Karena aku akhirnya belajar… bahwa aku bisa berdiri tanpa siapapun membimbing tangan kecilku.”
Ia melangkah menuju masa depan yang selama ini tidak pernah ia lihaat karena selalu menengok ke belakang. Dan pada langkahnya yang ringan itu, ada cahaya baru, cahaya yang tidak datang dari lelaki yang hilang, tetapi dari dirinya sendiri.







