PALU, LPMQALAMUN.com – Organisasi kemahasiswaan khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UIN Datokarama Palu, tengah menghadapi keprihatinan serius akibat menurunnya minat mahasiswa baru untuk bergabung. Fenomena ini menjadi sorotan langsung Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Datokarama Palu, Rahman Musa, dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Muhammad Syahrul.
Rahman Musa menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya antusiasme mahasiswa terhadap UKM. Menurutnya, UKM merupakan salah satu wadah penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri, minat, dan bakat.
“UKM adalah salah satu Ormawa terbesar di UIN Datokarama Palu. Kurangnya minat mahasiswa untuk bergabung menjadi keprihatinan tersendiri, karena menunjukkan rendahnya semangat mahasiswa untuk berproses dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun, Minggu (12/10/2025).
Rahman menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab penurunan minat mahasiswa baru adalah kurang maksimalnya UKM dalam menampilkan sisi menariknya saat kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Selain itu, pengaruh negatif dari konten influencer dan senior organisasi turut memperburuk citra UKM di mata mahasiswa.
“Faktor utamanya karena UKM kurang menarik saat mempresentasikan diri di PBAK, minim ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal UKM, serta adanya pengaruh konten dari influencer dan senior organisasi yang justru menjatuhkan citra organisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman menegaskan bahwa DEMA dan SEMA berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi UKM untuk berinovasi dalam metode kaderisasi agar lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Organisasi tidak boleh ketinggalan zaman. Pengaderan harus dibuat lebih menarik, namun tetap menjaga nilai-nilai organisasi,” paparnya.
Sebagai langkah nyata, Rahman berkomitmen memperkenalkan kembali pentingnya UKM kepada mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa UKM bukan sekadar organisasi, tetapi ruang pembelajaran untuk mengasah jati diri dan potensi mahasiswa.
“Kepada UKM, jangan berkecil hati dengan jumlah kader yang sedikit. Kondisi ini seharusnya menjadi motivasi untuk terus berbenah dan mengevaluasi diri,” tutup Rahman.
Sementara itu, Ketua SEMA UIN Datokarama Palu, Muhammad Syahrul, turut menyoroti penurunan jumlah kader UKM dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan beberapa faktor penyebabnya, antara lain pembagian struktur fakultas menjadi enam, yang membuat mahasiswa baru lebih fokus pada kegiatan tingkat fakultas, pengalaman negatif dari tahun sebelumnya, serta lemahnya sosialisasi melalui media sosial.
“Peraturan wajib masuk UKM yang tercantum di buku saku membuat sebagian mahasiswa merasa terpaksa bergabung. Selain itu, mahasiswa sekarang lebih nyaman di ruang digital. Sosialisasi lewat instagram sering kali kurang efektif karena postingan cepat tenggelam, sedangkan melalui grup whatsApp justru lebih menjangkau,” ungkapnya.
Dalam menyikapi hal ini, SEMA berperan aktif dalam pembinaan UKM agar tetap adaptif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Syahrul menekankan pentingnya kaderisasi yang berkualitas untuk menjaga semangat dan kedekatan emosional antaranggota.
“Kami fokus merawat kader yang ada, bukan sekadar mengejar jumlah. Kaderisasi penting agar setiap anggota merasa memiliki dan terikat secara emosional dengan UKM-nya,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar UKM memperpanjang masa kaderisasi hingga semester tiga serta mempertimbangkan pembentukan komisariat di Kampus Dua Pombewe, agar kegiatan UKM lebih mudah diakses oleh mahasiswa di lokasi berbeda.
“UKM bisa membuka pengaderan hingga semester tiga dan membentuk komisariat di kampus dua maupun kampus satu sebagai pusatnya. Ini akan mempermudah mahasiswa menyalurkan minat dan bakatnya,” tegas Syahrul.
Baik Rahman maupun Syahrul sepakat bahwa masa depan UKM di UIN Datokarama Palu bergantung pada kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menarik minat mahasiswa.
“Jumlah kader bukan ukuran utama. Yang terpenting adalah semangat dan komitmen kita untuk terus merawat budaya organisasi di kampus ini,” tutup Rahman Musa.
Wartawan Magang: N1ka, Eireen, Luna







