Oleh: Nazwa Sabina
Wartawan LPM Qalamun
Ada hari-hari
di mana aku berjalan jauh,
tapi kakiku tak pernah benar-benar tiba
di tempat yang kusebut pulang.
Aku tersenyum,
aku bercanda,
tapi di dalam dada
ada ruang kosong
yang tak bisa dijangkau siapa pun.
Kadang aku iri pada angin,
yang selalu tahu arah kembali.
Sedangkan aku,
sering tersesat
di antara ribuan hal yang harus kuat.
Aku ingin pulang,
bukan ke rumah,
bukan ke seseorang
tapi ke diriku sendiri
yang dulu pernah sederhana,
yang dulu pernah merasa cukup,
yang dulu tak serumit hari ini.
Jika suatu saat aku sampai,
biarlah dunia tahu
bahwa pulang
bukan soal tempat,
tapi tentang menemukan diri
yang sempat hilang
di tengah segala yang menyesakkan.







