PALU, LPMQALAMUN.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film “Pesta Babi” di Halaman Sekretariat BEM FAI Unisa Palu, pada Minggu (11/05/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BEM Universitas Alkhairaat Palu dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unisa Palu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya solidaritas, kepedulian sosial, serta menjaga tanah adat dan keadilan agraria di Papua.
Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Unisa, Muhammad Fachri Risky, mengatakan film tersebut dipilih karena mengangkat praktik kolonialisme yang terjadi di Tanah Papua.
Fachri menjelaskan bahwa akses terhadap film tersebut cukup terbatas, sehingga ia mengajak masyarakat untuk menonton dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Ya karena kan kita lihat di medsos aksesnya cukup tersembunyi, kemudian alhamdulillah kita dapat akses itu maka kami mengajak masyarakat untuk menonton film ini yang dimana memang film ini sedikit provokatif,” jelasnya.
Ia menegaskan masyarakat Sulawesi Tengah perlu mengawal kebijakan pemerintah karena persoalan yang terjadi di Tanah Papua dinilai memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus di Sulawesi Tengah.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu megawal kebijakan pemerintah yang dimana kolonialisme itu sudah terjadi secara sistematis ditakutkan ini bergerak untuk melakukan ekspansi ke sumber daya,” tegasnya.
Di akhir wawancara, ia berharap masyarakat Kota Palu dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dari film dan hasil diskusi tersebut.
“Harapan saya agar masyarakat palu bukan hanya sebagai tontonan saja, bukan hanya diskusi saja tapi dapat diimplementasikan kedepannya,” harapnya.
Wartawan: Arin, Alejandra, Athalia







