PALU, LPMQALAMUN.com — Hannah Asa Indonesia menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Bootcamp Batch 72 bertema “Edukasi Keuangan dan Business Matching kepada Komunitas Penyandang Disabilitas Kota Palu” di Hannah Homestay, Jalan Batavia Nomor 8, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas agar lebih mandiri secara ekonomi.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, terkait pengelolaan keuangan, investasi aman, dan pengembangan usaha melalui business matching.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para sahabat disabilitas agar lebih percaya diri dalam mengelola keuangan, memahami investasi yang legal dan aman, serta memperluas peluang usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan OJK untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui sinergi bersama regulator, komunitas, dunia pendidikan, perbankan, dan media.
Menurutnya, dukungan penuh dari OJK Sulawesi Tengah menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk dalam peluncuran Buku Saku Pengelolaan Keuangan bagi Penyandang Disabilitas.
“Kami bersyukur karena OJK Sulawesi Tengah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, termasuk peluncuran Buku Saku Pengelolaan Keuangan untuk Penyandang Disabilitas,” katanya.
Mardiyah menambahkan, bootcamp tersebut penting diikuti karena memberikan edukasi keuangan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta dapat memahami cara mengelola dana darurat, mengenali investasi legal, mengatur arus kas atau cash flow, dan berbagai pengetahuan finansial lainnya. Kegiatan ini juga menjadi ruang pemberdayaan dan penguatan rasa percaya diri bagi para sahabat disabilitas,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya komunitas masyarakat inklusif yang mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi di Sulawesi Tengah.
“Kami berharap para peserta semakin sadar pentingnya dana darurat, lebih bijak menggunakan produk keuangan, serta lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial,” tutupnya.
Wartawan: Moon







