PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia bersama Komunitas Alegria Lombok dan Bale Psikologi Lombok menggelar Smart Financial Bootcamp Batch 73: Special Collaboration for Lombok’s Youth and Entrepreneur secara daring pada Minggu (17/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentuk perilaku finansial yang lebih sehat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan gaya hidup digital, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Peserta bootcamp berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, keluarga muda, hingga young professionals dari sejumlah daerah di Indonesia Timur.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, ST., AWP., QWP., CFP., AEPP., QLP., menegaskan bahwa persoalan finansial tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, tetapi juga pada kemampuan mengelola keuangan.
“Banyak generasi muda saat ini sudah familiar dengan produk keuangan digital seperti paylater dan pinjaman online. Namun, belum semuanya memahami manajemen risiko dan perencanaan keuangan yang sehat,” tegasnya.
Dalam bootcamp tersebut, sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda turut dibahas, seperti doom spending, stress spending cycle, gaya hidup Fear of Missing Out (FOMO), hingga penggunaan utang konsumtif tanpa pemahaman finansial yang memadai.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait financial awareness, mindful spending, pengelolaan dana darurat (emergency fund), investasi, serta ekonomi syariah. Akses pembelajaran juga diberikan melalui LMSKU OJK dan program Associate Wealth Planner Syariah (AWPS).
Melalui kegiatan ini, Mardiyah berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi awal dari gerakan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di Indonesia Timur.
“Harapannya, akan lahir lebih banyak generasi muda Indonesia Timur yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sehat secara finansial dan mampu mendorong lingkungan sekitarnya untuk berkembang bersama,” harapnya.
Wartawan: Gesa







